okee.. pada kesempatan ini, aku mau ngasih cerpen bersambung ya.... judulnya Awang-Awang. ikutin sampe akhir ya..
waktu update gak tentu. diusahain paling lama 1 minggu, setiap malem minggu. kalo aku rajin, mungkin setiap hari juga bisa.. :)
ya udah, ikutin terus ya..
judul : Awang-Awang ch.1 : Aku dan Amy (1)
genre : friendship, slice of life
author : kazura
******
Aku berjalan dengan langkah meloncat-loncat. Betapa girangnya
diriku. Bahkan, anak laki-laki yang berjalan dibelakangku itu sampai tersenyum
melihatku seperti ini. sesekali dia tertawa sambil menutup mulutnya.
’ Ah.. betapa manisnya..’ pikirku. Aku ikut tersenyum sambil
mempercepat langkahku.
“nee Amy kun..” ujarku sambil berbalik dan berhenti
berjalan. Aku menatapnya dan kembali tersenyum. Laki-laki itu ikut tersenyum.
“midori seneng deh liat amy ketawa kayak gitu. Soalnya ya…
biasanya amy selalu berekspresi datar” lanjutku kemudian. Kuperlihatkan
ekspresi datar yang kumaksud tadi. Setelah itu, kami kembali berajalan menuju
rumah kami yang bersebelahan.
“amy… midori seneng kalo bisa terus terusan kayak gini sama
amy. Berangkat dan pulang sekolah bareng, main bareng… apalagi kalo midori bisa
terus ceria kayak gini. Midori seneng banget” tuturku sambil menerawang ke
langit.
Seperti biasa, amy hanya mendengarkan yang kuucapkan dengan
seksama. Dia memang sahabat terbaik.
Tak terasa, perjalanan pulang kami sudah berakhir. Aku berpisah
dengannya di depan rumahku. Aku melambai padanya, dia membalas lambaianku.
“jaa nee amy kun..”
Esoknya, seperti pagi biasanya, aku selalu besemangat untuk
bertemu amy dan memulai hari bahagia kami bersama. Saat aku keluar dari pagar rumah, kulihat amy
yang berjalan menuju arah rumahku. Begitu dia berjalan melewatiku, aku langsung
berjalan dibelakangnya. Mengikutinya.
“nee amy kun..” panggil ku sambil mensejajarkan posisiku
dengannya. “tadi malem midori mau nelpon amy looh.. tapi, pas liat jam, taunya
udah jam setengah sebelas. Gak jadi deh. Amy pasti udah tidur kan??” lanjutku
sambil menggodanya. Amy hanya tersenyum simpul, megatakan kalau yang kukatakan
itu benar.
“bener kan, amy??” aku mencoba memastikan. Amy mengangguk. Aku
bertepuk tangan untuk diriku sendiri.
“eh, amy, pulang sekolah, kita main ke mall dulu yuk…”
ajakku, lebih seoerti merajuk. Amy yang melihat tingkahku hanya memalingkan
wajahnya.
“amy…” rajukku lebih-lebih dari sebelumnya. Amy tetap tak melihatku.
“amy.. ayo dong..”
“ayo kita main. Udah lama loh, kita gak main. Lagian ya,
amy, bentar lagi kan uts, kita harus fresh. Gak boleh rumet otaknya. Jadi, ayo main…
Amy…. Amy… amy..”
Setelah rajukanku yang cukup panjang, amy menoleh kearahku
dan mengangguk pasrah. Senyumku menembang.
“ASIIK!!!! Makasih Amy kun!!!!” teriakku kegirangan.
bersambung...
******
gimana? kependekan ya? kurang rame? baca sampe akhir deh... maklum aja, ini kan baru permulaan.. :)